Banyak orang belum menyadari bahwa aset cryptocurrency tidak hanya bisa digunakan untuk trading jangka pendek. Dengan strategi yang tepat, crypto juga bisa menjadi sumber penghasilan pasif, bahkan berpotensi menghasilkan dolar gratis secara berkala.
Sebagai gambaran, 0,0211 BTC jika dikonversikan ke rupiah saat ini nilainya sekitar Rp3,1 juta. Menariknya lagi, ada platform yang menyediakan bonus hingga 700 USDC, tentu ini menjadi peluang yang patut dipelajari lebih dalam.
Pada artikel ini, kami akan membahas cara kerja staking cryptocurrency di Bybit, lengkap dengan penjelasan risiko, potensi imbal hasil, serta alasan mengapa metode ini cocok untuk strategi jangka panjang.
Mengenal Cryptocurrency sebagai Aset Investasi
Cryptocurrency dapat dianalogikan seperti komoditas atau saham digital. Ketika kita membeli aset crypto seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH) dan menyimpannya dalam jangka panjang, kita berpotensi mendapatkan keuntungan dari:
-
Kenaikan harga aset
-
Dividen atau imbal hasil (APR) dari staking
Konsep ini mirip dengan saham, di mana investor menerima dividen karena menyimpan aset tersebut dalam periode tertentu.
Link Dana Kaget Tersedia dalam detik
Apa Itu Bybit dan Mengapa Banyak Digunakan?
Bybit merupakan salah satu platform exchange cryptocurrency global yang masuk dalam 20 besar dunia. Selain fitur trading spot dan futures, Bybit juga menyediakan produk investasi bernama Bybit Earn.
Produk ini memungkinkan pengguna untuk:
-
Menyimpan (holding) aset crypto
-
Mendapatkan imbal hasil variabel (APR)
-
Memilih durasi fleksibel, harian, bulanan, hingga tahunan
Pengertian Staking Crypto di Bybit Earn
Staking adalah proses menyimpan atau mengunci aset cryptocurrency pada platform tertentu untuk mendapatkan imbal hasil. Di Bybit, staking dilakukan melalui produk Bybit Earn.
Contohnya:
-
Kamu membeli ETH
-
ETH tersebut tidak hanya disimpan di wallet
-
Tetapi dimasukkan ke produk staking
-
Kamu memperoleh APR (Annual Percentage Rate) sesuai ketentuan
Imbal hasil ini bisa dibayarkan secara harian atau tahunan, tergantung produk yang dipilih.
Potensi Imbal Hasil Hingga 700% APR
Salah satu yang menarik perhatian adalah produk USDC staking. Untuk stablecoin seperti USDC, tersedia beberapa pilihan:
-
APR sekitar 4%–6% (fleksibel)
-
Produk tertentu dengan estimasi APR hingga 700% per tahun
⚠️ Perlu dicatat:
-
Angka 700% adalah hitungan tahunan
-
Bersifat tidak tetap dan bisa berubah
-
Tergantung durasi dan kondisi produk
Sebagai contoh, jika APR 700% dibagi ke dalam 360 hari, maka imbal hasil per harinya akan jauh lebih kecil, namun tetap menarik untuk strategi akumulasi jangka panjang.
Risiko yang Perlu Dipahami Sebelum Staking
Meskipun terlihat menggiurkan, staking crypto tetap memiliki risiko, di antaranya:
-
Fluktuasi harga aset crypto
-
APR yang bersifat variabel
-
Tidak ada jaminan hasil pasti
Karena itu, disarankan memilih aset yang:
-
Relatif stabil
-
Memiliki fundamental kuat
-
Cocok untuk holding jangka panjang
Sebagai contoh, Bitcoin dalam kurun waktu sekitar 15 tahun terakhir memiliki rata-rata pertumbuhan tahunan (ARR) mendekati 30% per tahun.
Staking vs Menyimpan di Wallet Biasa
Jika aset crypto hanya disimpan di wallet tanpa dimanfaatkan, potensi keuntungan menjadi kurang optimal. Dengan staking:
-
Aset tetap bisa naik harganya
-
Kamu mendapat dividen tambahan
-
Strateginya mirip investasi saham dividen
Inilah alasan mengapa staking dianggap lebih efisien untuk investor jangka panjang.
Kesimpulan
Staking cryptocurrency di Bybit Earn bisa menjadi salah satu cara cerdas untuk:
-
Mendapatkan dolar gratis
-
Menghasilkan dividen dari crypto
-
Mengoptimalkan aset yang di-hold
Namun, perlu diingat bahwa seluruh pembahasan ini bersifat edukasi, bukan ajakan investasi. Hasil yang diperoleh setiap orang bisa berbeda tergantung aset, durasi, dan kondisi pasar.
Jika masih bingung tentang konsep staking crypto, kamu bisa langsung mengeksplorasi berbagai produk di Bybit Earn dan mempelajarinya secara mandiri.






